Sejahterakan Umat dengan Wirausaha

Jalan hidup tokoh muda satu ini tak jauh jauh dari pengabdian. Tenaga, waktu dan pikiran diatensikan untuk kepentingan umat. Apa yang sebenarnya dicari?

—————

TOKOH muda  ini  adalah Ir Ahmad Syauqi Soeratno MM. Tak hanya dikenal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Syauqi, begitu sering disapa, namanya sudah populer di Indonesia.

Siapa Syauqi? Penyuka minuman teh ini adalah anak pertama dari pasangan Prof Dr Siti Chamamah dan Drs Soeratno SU.  Adiknya  Nurul Chusna yang sehari-hari berprofesi sebagai dokter.

Aktif dalam berbagai organisasi profesional maupun perkumpulan nirlaba.  Di Muhammadiyah, misalnya. Syauqi  menjabat  posisi wakil ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat  Muhammadiyah. Ia juga menduduki posisi strategis di  The Indonesia Management Association – BPP AMA Indonesia sebagai vice president.

BERDARAH: Kenangan ketika mendampingi PSIM. (dok.rpibadi)

Dalam urusan pemberdayaan aset daerah, Syauqi dipercaya menyelesaikan tugas sebagai sekretaris Jenderal DPP BKSBUMDSI di Badan Kerjasama BUMD Seluruh Indonesia. Ia juga dikenal sebagai konsultan bisnis. Terakhir,  Syauqi  terpilih menjadi ketua Umum Asprov PSSI DIY periode 2019-2023.

“Sepak bola adalah olahraga yang saya sukai,” kata Syauqi.

Tak mengherankan, bila kader militan Muhammadiyah ini berada di mana-mana. Dan, dimana-mana pula, Syauqi juga ditunggu kehadirannya untuk menyampaikan pemikiran, ide dan gagasan yang inspiratif dan positif.

Pada pemilihan kepala daerah Kota Yogyakarta tahun 2017, Syauqi digadang-gadang bisa menjadi walikota. Namun,  Syauqi harus menyingkir karena kalah dalam pertarungan lobi politik.

“Padahal, mas Syauqi layak menjadi walikota. Kota Yogyakarta membutuhkan pemimpin seperti mas Syauqi,”kata pegiat  wisata Hamam Romas yang banyak belajar ilmu manajemen dari Syauqi.

Syauqi sendiri tetap legowo. Tidak sedikitpun memperlihatkan kecewa ketika harus tersingkir. Syauqi tetaplah Syauqi yang menghabiskan waktunya untuk mengabdi dan melayani tanpa pamrih.

“Saya sepertinya tak pas di politik,” katanya berkelakar.

“Tapi, fakta membuktikan Syauqi menjadi mentor para politikus,” timpal Ari Rusdianto “tangan kanan” senator Afnan Hadikusumo.

Awal pekan kemarin, Syauqi bersama Herry Zudianto bertolak ke Surabaya. Menghadiri  “resepsi bisnis”  kesuksesan Mohammad Najikh menjalankan bisnis perusahaan produk perikanan dengan bendera PT Kelola Mina Laut selama 25 tahun.

Sekadar diketahui, Najikh adalah ketua Majelis Ekonomi & Kewirausahaan/MEK PP Muhammadiyah. Syauqi mengatakan kreatifitas; inovasi; keberanian mengambil risiko; ketabahan menghadapi rintangan; serta  kemampuan berkomunikasi global adalah elemen entrepreneurship yang tak boleh ditinggalkan.

“Ini bukti entrepreneurship  menunjukkan elan vitalnya  membawa perubahan bermakna bagi masyarakat dan bangsa,” katanya.***