Saya Ingin Warga Bantul Hidup Tentram

Dewata Eka Putera, pengusaha yang belakangan banyak dibicarakan masyarakat Bantul. Dewa, begitu sering disapa. Namanya menjadi populer setelah disebut-sebut bakal menjadi kontestan pemilihan bupati Bantul pada tahun 2020.  Siapa sebenarnya Dewa? Betulkah akan melaju sebagai calon bupati? Berikut penuturan Dewata Eka Putera kepada Jurnalis berita649.com Azam Sauki Adham di rumahnya di sudut perempatan ring road madukismo.

—————-

Nama Anda banyak dibicarakan masyarakat Bantul sejak bulan puasa lalu hingga sekarang. Betulkah Anda akan maju menjadi perserta Pilkada Bantul 2020?

Terimakasih informasi  itu. Alhamdulillah, Allah SWT memudahkan saya bersilaturahmi dengan warga Bantul. Begitu pula sebaliknya. Saya bersyukur banyak teman, banyak saudara di Bantul. Soal apakah saya maju atau tidak, tentu sangat bergantung kepada masyarakat. Karena menjadi terlihat tidak etis  bila saya mencalonkan diri tanpa didukung masyarakat.

Apakah ini berarti Anda maju karena dicalonkan masyarakat?

Otomatis begitu. Saya tidak bisa mencalonkan diri. Dan, saya tegaskan agar semua tahu, saya tidak pernah mencalonkan diri. Semua saya serahkan kepada masyarakat yang mempunyai hak pilih untuk menentukan pemimpin.

Sejauh ini, bagaimana komunikasi Anda dengan partai politik?

Saya ini seorang pengusaha. Bukan politikus.  Juga bukan pemain politik. Yang saya lakukan hanyalah tadi, bersilaturahmi dengan masyarakat Bantul. Soal ngobrol dengan pengurus partai politik, pernahlah. Bicara soal ini itu. Saya tegaskan, saya ingin mengabdikan diri. Mengambil istilah Pak Herry Zudianto, saya ingin mewakafkan kehidupan saya untuk masyarakat Bantul. Soal, apakah keinginan dan gagasan saya ini laku atau tidak, saya serahkan kepada partai politik.

Kabarnya, Anda akan maju lewat Partai Gerindra?

Saya juga mendengar kabar itu.  Saya tidak bisa mengiyakan atau membantah kabar tersebut. Karena faktanya, Partai Gerindra sampai hari ini belum memutuskan siapa yang akan direkomendasikan sebagai calon bupati. Siapa yang akan dipilih nanti, saya juga tidak tahu.

Seandainya Partai Gerindra memilih Anda, apakah Anda bersedia?

Kan baru seandainya? Nanti sajalah menunggu perkembangan. Saya akan memberi jawaban setelah semuanya jelas dan memiliki arah.

Maksudnya “arah”?

Jabatan bupati itu kan bukan sembarangan. Seorang pemimpin yang mempunyai visi, memiliki misi. Kepala daerah itu juga mempunyai banyak kewajiban. Misalnya bisa membangun daerah dengan terencana. Dapat memanfaatkan seluruh potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam untuk kepentingan rakyat. Bisa mensejahterakan rakyat. Sekaligus mewujudkan kehidupan di Kabupaten Bantul yang betul-betul Projotamansari.

Tentu, saya juga mempunyai gagasan bagaimana membangun Bantul lima tahun ke depan. Menjadi penting bila saya dan partai politik  memiliki “arah” yang sama. Yakni, “arah” membuat warga hidup berkecukupan. Hidup tentram dan bahagia. Arah perjalanan kan harus sama? Tidak boleh berseberangan.  Dan saya yakin, Partai Gerindra memiliki visi yang jelas ingin mensejahterakan rakyat. Jujur, saya tertarik dengan arah kebijakan Partai Gerindra dalam pembangunan di daerah.

Bagaimana kesiapan Anda?

Saya selalu siap menjalin hubungan baik dan positif masyarakat. Soal menang atau kalah, adalah konsekuensi pertandingan. Saya sendiri kurang tertarik bicara menang atau kalah. Yang paling tepat menurut saya adalah hadirnya seorang pemimpin  karena pilihan rakyat. Tentu, rakyat itu memilih karena ada alasan, dasar dan pertimbangan. Biarkan masyarakat Bantul memilih calon pemimpin sesuai keyakinan nurani.

Pesta demokrasi juga tidak perlu saling menjelek-jelekkan. Tidak perlu membunuh karakter siapapun. Apalagi menggunakan black campaign. Mari budayakan membangun demokrasi yang santun dan beretika. Ayo, kita bikin Pilkada di Kabupaten Bantul berjalan lancar, teduh dan warga bahagia melakukan hak politik pada tahun 2020.***