Rindu Ibu, Bocah Ini Mendaki Gunung Merapi

berita649.com – Hobi mendaki gunung tidak lagi hanya didominasi anak-anak muda. Kegiatan petualangan di alam bebas ini juga semakin banyak diminati anak-anak. Salah satunya Fahri Arrosid Noprilian. Bocah ini duduk di bangku kelas 3 SD IT Persada, Banyuripan, Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Namun, Fahri bersama orangtunya tinggal di Sendangrejo, Tancep, Ngawen, Gunungkidul. Wilayah ini berbatasan dengan Klaten, Jawa Tengah.

Kecintaan Fahri ingin mendaki gunung muncul sudah muncul saat berusia lima tahun. Maklumlah, Wagino, ayahnya, adalah laki-laki yang sering mendaki dari gunung ke gunung di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Fahri akhirnya mengikuti jejak ayahnya. Namun, baru diperbolehkan bergabung mendaki sejak tahun 2016.

“Keinginan naik gunung sangat kuat. Mau gimana lagi?” kata Wagino kepada berita649.com.

Bocah yang tak lagi mempunyai ibu kandung ini akhirnya bisa mewujudkan cita-citanya mendaki bersama ayah. Ibunya, Fitri, telah meninggal tanggal 10 Maret 2017. Kini, Fahri yang lahir di Wonosari, 22 April 2009 ini hidup bersama ayahnya. Rasa rindu kepada ibu yang telah mendahului sering menyiksa Fahri.  Kadang, Fahri menangis sembari melihat pigura foto bergambar wanita yang disayanginya.  Namun, Fahri kali pertama mendaki di Sikunir. Lalu Gunung Prau. Terakhir mendaki Gunung Merapi tanggal 24  Desember 2017.

Saat mendaki, Fahri jarang mengeluh. Ia justru ingin berjalan cepat hingga berhenti di puncak gunung. “Semangatnya luar biasa. Bukan anak cengen yang gampang mengeluh. Saya salut. ” kata Karno yang didapuk menjadi pemimpin pendakian.

Tak hanya menjadi bocah kuat saat mendaki. Fahri juga dikenal sebagai  siswa yang pintar dan cerdas. Ia rutin  masuk sepuluh besar. Ibadahnya juga tertib. Fahri dikenal sebagai bocah yang tidak melupakan shalat dimanapun berada. Rencananya, Fahri kembali akan melakukan pendakian bersama anak-anak muda Karang Taruna Tancep. Hanya, lokasinya belum diputuskan.