Pilih Sekolah Negeri, Orang Tua Deg-degan

Para orang tua kembali disibukkan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019. Orang tua maupun si anak sangat berharap lolos seleksi bisa melanjutkan pendidikan di sekolah negeri. Namun, perubahan sistem penerimaan siswa baru setiap tahun masih saja membuat deg-degan para orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya  di jenjang SD maupun SMP. Mengapa?

——————-

DINAS Pendidikan Kota Yogyakarta melalui situs https://yogya.siap-ppdb.com telah menginformasikan  secara lengkap mengenai seleksi pendaftaran sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Mulai pendaftaran siswa baru dari jalur bibit unggul, zonasi wilayah, mutasi orang tua, zonasi mutu, KMS dan jalur prestasi luar daerah. Dinas Pendidikan juga telah menyampaikan informasi mengenai jadwal pelaksanaan seleksi secara lengkap.

Informasi PDSB telah lengkap. Namun, para orang tua yang ingin mendaftarkan anak-anaknya ke SD dan SMP mengaku masih ada informasi yang kurang. Apa itu? Apa lagi kalau bukan soal peluang.

“Saya kira informasinya sudah lengkap. Hanya, penyebaran nilai USBN yang bikin hati nggak tenang,” kata Rita, orang tua siswa yang baru saja lulus dari SD Muhammadiyah Kauman Yogyakarta.

Rita enggan menyebut perolehan nilai USBN anaknya. Namun, melihat perolehan nilai lulusan yang lain dari sekolah yang lain, Rita meyakini nilai tersebut sangat signifikan berpeluang masuk ke SMP Negeri.

“Anak saya inginnya ke sekolah negeri. Saya pasrah saja,” katanya tersenyum.

Ninda, orang tua siswa dari lulusan sekolah lain juga mengaku gundah. Pasalnya, anaknya menggebu ingin masuk sekolah negeri favorit. Tapi, ia ragu mengambil keputusan, apakah akan mendaftar atau tidak. Penyebabnya, lokasi sekolah yang diidam-idamkan anaknya berada di luar zonasi wilayah. Sementara kalau mendaftar di sekolah yang satu zonasi dengan tempat tinggal, Ninda meyakini sangat berpeluang diterima.

“Yang saya lakukan hanya meminta anak saya bersabar. Karena mendaftar sekolah di jaman sekarang perlu kehati-hatian,” katanya tertawa.

Nanik Lestari, guru di Bimbingan Belajar “Bina Ananda” Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kraton mengatakan ujian sekolah dasar tahun 2019 banyak kejutan. Salah satunya  tidak optimalnya perolehan nilai USBN lulusan sekolah dasar.

“Saya kira, nilai USBN di Kota Yogyakarta  menarik dicermati. Menarik menjadi bahan diskusi. Menarik menjadi bahan evaluasi,” katanya.

Alumnus IKIP Negeri (sekarang UNY, red) ini mengaku banyak ditemui orang tua peserta les dan masyarakat. Banyak pertanyaan yang disodorkan. Misalnya, faktor penyebab turunnya nilai USBN lulusan sekolah dasar pada tahun ini. Apakah karena turunnya motivasi berprestasi atau  turunnya semangat belajar anak-anak?

Apakah guru di sekolah kurang jelas menyampaikan materi sesuai kisi-kisi? Atau karena anggapan bisa masuk SMP Negeri dengan mudah yang membuat siswa tidak optimal belajar? 

“Jangan lupa,  kriteria zonasi wilayah itu bisa jadi memberi pengaruh terhadap perolehan USBN. Tapi, untuk memastikan apakah asumsi ini benar atau tidak, perlu survei,” ujarnya.

Nanik hanya berharap perlunya ada pengkajian ulang terhadap sistem penerimaan peserta didik baru. Tentu saja melihat sisi positif dan negatif  sistem PPDB beberapa tahun terakhir. ***