Penderita Kanker di DIY Terus Bertambah

SLEMAN – Gubernur Sultan HB X prihatin terhadap peningkatan penderita kanker.  Rata-rata nasional penderita kanker berada pada angka 1,4 per mil. Sedangkan di DIY pada dikisaran 4,1 per mil.  Jumlah penderita kanker di DIY melebihi rata-rata nasional.

“Saya imbau Dinkes dan semua pihak memiliki kepedulian  memperhatikan masalah ini. Sosialisasi pencegahan dini harus gencar dan ditingkatkan,” pinta Sultan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wagub Paku Alam X (4/5/2019).

Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DIY, GKR Hemas menyebutkan penderita kanker justru bertambah. Ia menyayangkan bila penderita kanker  baru datang ke YKI setelah berstatus stadium.

“Padahal kanker stadium awal lebih mudah ditangani,” kata GKR Hemas yang menyebutkan penyebab tumbuhnya kanker adalah  gaya hidup tidak sehat.

Karena itu, GKR Hemas bersyukur pembangunan SMH bias terealisasi. SMH sangat dibutuhkan untuk menekan anggaran berobat pasien kanker. SMH juga upaya meringankan beban penderita kanker.

Ada yang istimewa pada ulang tahun ke 42 yang jatuh pada tahun ini. Yayasan Kanker Indonesia (YKI) membangun Sasana Marsudi Husada (SMH). Lokasinya di Sendawa Mlati, Sleman.  SMH akan difungsikan sebagai tempat singgah pasien kanker, termasuk mengobati penderita kanker.

SMH menempati  tanah Sultan Ground seluas 7.278 meter persegi. Acara peletakan batu pertama dilakukan Wagub DIY. Diikuti  GKR Hemas; Dirut BPD DIY Santoso Rohmad MM; Soekeno (pemilik Muncul Group); serta Ketua Pelaksana Proyek SMH Dyah Suminar.