Pemimpin Alami Krisis Keikhlasan

SOSIALISASI EMPAT PILAR: Ingatkan pentingnya konter demokrasi liberal. (istimewa)

YOGYAKARTA – Banyak pemimpin di negeri ini mengalami krisis keikhlasan. Banyak pemimpin lebih memilih memperkaya diri sendiri. “Ini karena demokrasi kita sudah sangat liberal,” kata anggota DPD RI Dapil DIY Afnan Hadikusumo pada acara Dengar Pendapat 4 Pilar di Gedung DPD RI Perwakilan DIY Jalan Kusumanegara (7/3/2019).

Afnan mencontohkan semangat perjuangan para pemimpin pendiri bangsa. Ki Bagus Hadikusumo, misalnya.  Pejuang asli kampung Kauman Yogyakarta ini  membiayai perjalanan Yogyakarta  -Jakarta untuk menghadiri sidang  BPUPK.  Ia  menjual batik usaha tetangga di Jakarta. Ki Bagus Hadikusumo mengajari kemandirian. Kata Afnan, tanpa kemandirian akan sulit bagi Indonesia menghadapi krisis global di bidang pangan, energi, dan air bersih pada tahun 2050.

Afnan menilai demokrasi di Indonesia cenderung mengarah liberal sehingga menciptakan politik berbiaya tinggi. “Demokrasi liberal akan menciptakan pemimpin-pemimpin mata duitan,” kata Afnan. Karena dampak demokrasi liberal sangat mempengaruhi tatanan pemerintahan dan kondisi masyarakat, Afnan mengajak mahasiswa memangkas demokrasi liberal.

Sementara Ketua PP Muhammadiyah  Dr M Busro Muqoddas MHum mengingatkan kader-kader Muhammadiyah merefleksi pemikiran-pemikiran Ki Bagus Hadikusumo, tokoh Muhammadiyah  yang menjadi anggota Panitia Persiapan Kemerdekan Indonesia (PPKI).  “Ini sangat penting. Apalagi situasi negara betul-betul semakin chaos kaitannya dengan pemikiran ideologi negara,” katanya.

Busyro  menegaskan, demokrasi sudah semestinya menempatkan kedaulatan di tangan rakyat. Bukan justru menjadi milik partai politik.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.