Pejuang Ekonomi Kerakyatan Yogyakarta

PEJUANG UMKM: Wirausaha Islami. (noer cahaya)

BANTUL – Kiprah Sandiaga Uno pada pemilihan presiden 2019 menginspirasi kaum perempuan  di Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka menyebut sebagai Pejuang Ekonomi Kerakyatan Yogyakarta. “Mas Sandiaga adalah inspirasi bagi kami. Inspirasi yang mendorong kami perempuan DIY tumbuh dan berkembang menjadi entrepreneur,” kata Aliza Fitriany, pelaku UKM yang ikut merintis lahirnya pergerakan pejuang UMKM.

Sekadar diketahui, kelahiran Pejuang Ekonomi Kerakyatan Yogyakarta  karena kesamaan visi kaum perempuan yang ingin berdagang. Bisa mengembangkan usaha yang dijalankan secara Islami. Setelah melakukan berbagai pertemuan, berdirilah Pejuang Ekonomi Kerakyatan Yogyakarta.

“Pejuang Ekonomi Kerakyatan Yogyakarta hanya wadah untuk bersilaturahmi. Di rumah kecil ini, para anggota bisa berbagi tips mengembangkan usaha,” tambah Oktaviana.

Para anggota Pejuang Ekonomi Kerakyatan Yogyakarta adalah pelaku usaha. Mulai kuliner, kerajinan, industri rumah tangga, usaha yang bergerak dalam jasa hingga otomotif. Pada acara pameran batik di Jogja Expo Center (JEC), 9-13 Oktober mendatang, para Pejuang Ekonomi Kerakyatan Yogyakarta juga mengambil peran. Memamerkan karya Siti bertajuk “Rekso Batik Bantul”. Pameran ini diselenggarakan Kementrian Perindustrian. Pameran yang menyuguhkan  150 stan batik ini  bagian dari program Gerakan Transformasi Digital Melalui Startup 4 Industry.

Peserta adalah pelaku industri kecil menengah dari DIY dan kota-kota besar di Indonesia. Selain pameran batik, juga diselenggarakan peragaan busana yang menampilkan karya desainer lokal dan nasional.

Koresponden: Noer Cahaya

Apa komentar Anda terhadap berita ini?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.