Pegang Kepala, Handoko Dapat Rp 300 ribu per Hari

BANTUL – Bisnis potong rambut masih menggiurkan. Salah satu pelaku bisnis ini adalah Handoko, 39 tahun, warga Tamantirto, Kasihan Bantul. Laki-laki yang lengan tangan kanan bertatto ini jadi ahli tukang cukur rambut secara otodidak. Semula Handoko membuka usahanya tak jauh dari Pabrik Gula Madukismo sekitar tahun 2003. Ia patungan dengan temannya.

Namun, dua tahun kemudian, Handoko membuka sendiri di rumahnya. Sampai sekarang. Dari pekerjaan ini, Handoko bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari isteri dan dua anaknya. Dulu, Handoko menarik jasa sekali cukur Rp 3 ribu. Lalu, dinaikkan menjadi Rp 5 ribu, Rp 6 ribu, Rp 8 ribu, Rp 9 ribu, hingga akhirnya Rp 10 ribu.

“Kenaikan itu berbanding lurus dengan meningkatnya harga kebutuhan pokok,” kata Handoko.

Keahlian Handoko memotong rambut membuat pelanggan terus bertambah dari waktu ke waktu. Sehari, ia bisa mencukur rambut antara 20-30 orang. Pelanggannya dari berbagai kampung di Bantul dan Kota Yogyakarta. Salah satu pelanggannya adalah Dewata Eka Putera, owner Pujha Fashion.

“Pak Dewa salah satu pelanggan saya,” katanya.

Handoko pun mengetahui Dewata disebut-sebut sebagai calon bupati Bantul. Bila terpilih menjadi orang nomor satu di Bantul, Handoko berharap ada perhatian terhadap UMKM.