Press "Enter" to skip to content

Pasar Tradisional Makin Sepi Pembeli

YOGYAKARTA – Pasar Beringharjo terkena dampak pandemi virus Corona. Banyak kios yang tutup. Pedagang memilih berada di rumah. Penyebanya tak lain tak ada pembeli.

YUNIANTO DWI SUTONO

“Memang betul. Kondisinya sepi. Ada yang tetap buka. Tapi kebanyakan memilih tidak berjualan,” terang Kepala Disperindag Kota Yogyakarta Drs Yunianto Dwi Sutono kepada Berita649.Com, hari ini (25/3/2020).

Di Pasar Beringharjo Barat, misalnya. Pasar yang menjual pakaian dan kerajinan ini situasinya sepi. Sekitar 40 persen toko yang ada di kompleks ini memilih tutup. Toko lain tetap buka, tapi tidak ada pembeli.

Begitu pula di Pasar Beringharjo Tengah. Kondisinya juga sepi. Kios yang buka tidak banyak. Pembelinya juga sepi. Sementara di Pasar Beringharjo Timur, masih banyak pedagang yang berjualan. Angkanya diperkirakan sekitar 70 persen.

PASAR BERINGHARJO: Sepi. (jat ibnu s/berita649.com)

“Karena Pasar Beringharjo Timur menjual sembako dan kebutuhan sehari-hari. Masih banyak yang buka,” kata Yunianto.

Namun, keramaian hanya terlihat pagi hari. Pada siang hari, suasananya sepi. Yunianto mengatakan, sepinya pasar tradisional di Kota Yogyakarta dimanfaatkan dengan kegiatan penyemprotan disinfektan di seluruh kawasan pasar.

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *