Naik, Harga Cabai Merah

YOGYAKARTA – Menjelang datangnya bulan Ramadhan, ketersediaan sembilan kebutuhan pokok (sembako)  di Pasar Beringharjo mencukupi. Harga-harga sembako juga terkendali.  Berdasarkan pantauan  di sejumlah pasar tradisional di DIY, harga sembako relatif stabil, kecuali bawang putih yang harganya terus melambung meski tetap dalam batas kewajaran.

Asisten Perkonomian dan Pembangunan Sekda DIY, Drs Tri Saktiyana MSi mengatakan, selain bawang, komoditas lain yang mengalami kenaikan harga adalah cabai rawit merah. Harganya melonjak hingga 44,16 persen. bawang putih sincau (8,95 persen), bawang putih kating (5,76 persen), bawang merah kecil (4,82 persen) dan cabai merah keriting sebesar 4,29 persen.

“Kenaikan tersebut akibat permintaan konsumen yang mengalami peningkatan saat pasokan masih minim,” terang  Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan DIY Drs Tri Saktiana MSi kepada wartawan Kompleks Kepatihan (23/4/2019).

Selain Pasar Beringharjo, TPID juga melakukan pantauan harga sembako di Pasar Argosari Gunungkidul, Pasar Wates, Pasar Prambanan dan Pasar Niten di Bantul. Pantauan dilaksanakan tanggal 15 hingga 22 April 2019. Tim beranggotakan BPOM DIY, Bank Indonesia, Pertamina, BULOG, Satgas Pangan Polda DIY dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Tri menyatakan, program pengendalian inflansi  tetap mengacu prinsip ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, komunikasi efektif dan keterjangkaunan harga. Kepala BPOM DIY Rustyawati mengatakan,  temuan bahan berbahaya pada makanan lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. BPOM menemukan bahan berbahaya pada teri medan, cumi kering, ikan asin berbahan dasar cumi, dan kerupuk. Satgas Pangan mengimbau  para pelaku usaha tidak merugikan masyarakat.