Meninggal Dunia Setelah Main Badminton

  • 75
    Shares

YOGYAKARTA – Rachmadian Agustien, perempuan berparas ayu ini tak sama sekali tak menyangka bila akhirnya harus ditinggal Donny Ilham Ardianto, laki-laki yang dicintainya untuk selama-lamanya. Rachmadian harus mengikhlaskan  kepergian pria yang menikahinya pada tahun 2011. “Saya harus ikhlas melepas mas Donny. Saya harus kuat mengadapi kepergiannya,” tutur Dian.

Laki-laki yang dicintainya menghembuskan nafas terakhir Rabu, 23 Januari lalu. Malam itu usai shalat Isya, Donny mengemas peralatan olahraga. Ya, sejak lima tahun terakhir, Donny menyukai bulutangkis. Seperti biasanya, setiap Rabu malam, Donny bermain badminton di Gedung Manggala Kauman.

KENANGAN: Almarhum bersama isterinya. (istimewa)

Setiba di gedung, pria berpostur tinggi besar itu menyalami teman-teman. Lalu, duduk di sisi selatan lapangan badminton. Tak lama kemudian, giliran Donny unjuk kegigihan. Di lapangan ini, tidak ada permainan single. Hanya ganda. Maklum, nafas pemain tidak panjang. Stamina  juga terbatas. Usai berlaga selama kurang lebih 20 menit, permainan berakhir.

Lalu, Donny pamit dengan teman-teman sepermainan untuk makan. Selang beberapa waktu. Donny kembali ke lapangan. Giliran Donny main untuk kedua kali. Tapi, saat permainan berlangsung, Donny jatuh. Lalu, tak sadar diri. Menyaksikan Donny jatuh, teman-teman yang berada dalam gedung langsung memberi pertolongan.

Tindakan pertama langsung memberi bantuan pernafasan. Memompa jantung dengan cara alami. Namun, tindakan pertolongan ini tidak membuahkan hasil. Bahkan, Donny mendadak batuk dan muntah muntah. Saat itu juga, Donny langsung dilarikan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jaraknya sekitar 400 meter dari gedung.

Namun, Tuhan berkehendak lain. Innalillahi wa innailaihirojiun. Donny tidak dapat diselamatkan. Kabar meninggalnya Donny langsung tersampaikan ke Dian, isterinya. “Saat dikabari, saya tak percaya. Saya sempat limbung,” katanya menahan tangis.

Ucapan bela sungkawa terus berdatangan. Usai dimandikan, jenazah Donny dibawa ke kampung Pandeyan, temat tinggalnya. Sementara orang tua Donny tinggal di kampung Kauman Gm 1/210 RW XIII.  Jenazah Donny diberangkatkan dari Masjid Besar Kauman menuju pemakaman Semaki, Umbuharjo. Ratusan orang mengantar kepergian Donny ke peristirahatan terakhir.

Kini, pria yang jago membikin desain itu menjadi kenangan terindah bagi Dina, isterinya, keluarga dan teman-teman di komunitas olahraga bulutangkis.

“Bila ada salah dari mas Donny, mohon dimaafkan. Dan, terimakasih kepada siapa saja yang telah membantu sejak dari rumah sakit hingga ke pemakaman,” kata Dian.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.