Menanti Hadirnya Legislator Pro Rakyat | oleh Azam Sauki Adham

KEPADA Anda siapa saja yang telah mendaftar sebagai bakal calon anggota dewan Pemilu 2019, selamat tahap awal telah terselesaikan setelah tercatat di KPUD. Berharap semuanya lancar hingga pemilihan berakhir. Tahap berikutnya yang akan Anda lakukan adalah kampanye mencari simpati dan dukungan. Sebaiknya kampanyelah yang proporsional. Tidak perlu muluk-muluk. Sederhana, tapi bisa dipenuhi dan dibuktikan kepada rakyat yang memilih.
 

AZAM SAUKI ADHAM

Saya yakin, panjenengan semua tidak akan memperalat dukungan rakyat hanya untuk memenuhi ambisi dan kepentingan pribadi. Lembaga parlemen adalah institusi mulia. Lembaga parlemen bukan tempat mencari pekerjaan. Juga bukan tempat mencari uang. Bukan pula tempat memperkaya diri sendiri.

 
Lembaga legislatif adalah tempat berkumpulnya orang-orang pilihan yang tugas pokok fungsinya untuk mengabdi. Melayani rakyat. Bukan minta dilayani. Lembaga parlemen adalah berkumpulnya orang-orang baik. Orang-orang berhati baik dengan pikiran positif yang bisa dan mau melindungi kepentingan rakyat.
 
Hasilkanlah produk-produk keputusan yang pro rakyat. Gunakan hak-hak Anda semua untuk menciptakan ketentraman rakyat. Jadilah anggota dewan yang memihak kepentingan rakyat. Jangan membela kepentingan pihak manapun yang ingin menyengsarakan rakyat.
 
Saya memahami, konsekuensi sosial sebagai anggota dewan. Mulai undangan resepsi, khitanan, permintaan sumbangan dari masyarakat. Warga yang meminta tolong secara finansial, hingga harus meluangkan waktu untuk takziah. Jika kelak panjenengan terpilih menjadi wakil rakyat, jangan melupakan rakyat yang telah menyumbang suara untuk kemenangan anda. Penuhi janji-janji anda seperti yang disampaikan saat kampanye.
 
Take home pay (THP) yang Anda terima setiap bulan bisa cukup, Bisa juga tidak mencukupi. Karena itu, tetaplah menjadi anggota dewan yang bersahaja. Jangan konsumtif. Menjauhi gaya hidup mewah. Saya yakin, pendapatan itu bisa mencukupi kebutuhan keluarga.
 
Jangan pernah berpikir untuk korup. Jangan memainkan pos-pos anggaran untuk “tambahan” pendapatan, dengan dalih gaji yang diterima tidak dukup. Kalau Anda merasa seperti ini, lebih baik dipertimbangkan lagi menjadi wakil rakyat. Bermitralah dengan eksekutif untuk kesejahteraan rakyat. Tapi, anda semua juga harus tetap kritis terhadap kebijaka eksekutif. Anda harus mengoptimalkan fungsi pengawasan. Menjadikan lembaga legislatif sebagai alat kontrol kebijakan,
 
Saya berharap, Pemilu 2019 akan melahirkan wakil rakyat yang berkualitas. Wakil rakyat yang memiliki nurani. Wakil rakyat yang sensitif terhadap persoalan rakyat. Wakil rakyat yang pro trhadap kepentingan rakyat. Dan satu lagi. Saya mendambakan hadirnya anggota dewan yang bisa menjadi teladan bagi rakyat.
 
Selamat berebut kursi. Mudah-mudahan kursi itu amanah dan memberi manfaat.
 
*penulis adalah Pemimpin Redaksi berita649.com.