Liburan ke Yogyakarta itu Mengasyikkan..

Libur Lebaran 2019 telah tiba. Kota Yogyakarta menjadi tujuan wisata yang banyak didatangi para pemudik yang pulang kampung ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Atau pemudik di daerah lain yang ingin mengisi liburan bersama keluarga dengan berwisata ke Yogyakarta.  Apa menariknya liburan di “kota gudeg”? Dan, apa magnet Kota Yogyakarta bagi wisatawan?

—————-

JANGAN tanya bagaimana suasana Kota Yogyakarta saat musim liburan. Ribuan, bahkan ratusan ribu orang silih berganti mengunjungi banyak tempat wisata di kota yang dipimpin Walikota Haryadi Suyuti dan Wakil Walikota Heroe Poerwadi. Para wisatawan menyerbu kemegahan Kraton Yogyakarta,  wisata edukasi Taman Pintar, Kebun Binatang Gembira Loka, dan tempat-tempat kuliner khas Yogyakarta yang memanjakan lidah.

Sementara pada malam hari,  para wisatawan berlama-lama berada di sekitar Tugu Pal Jalan Mangkubumi, sepanjang Jalan Malioboro, kawasan Titik Nol hingga menikmati restoran ala Yogyakarta yang berada di sekeliling Alun-alun Utara.

“Bagi saya, Jogja adalah kota yang ngangeni,” kata Heru, warga Jakarta yang memilih Yogyakara sebagai tempat liburan.

Padahal, Heru setiap tahun mudik ke Temanggung, Jawa Tengah. Kota ini adalah  tempat kampung halaman isterinya. Namun, setiap lebaran, Heru menyempatkan diri menikmati libur panjang di Yogyakarta. Lokasi yang sering didatangi adalah kawasan Malioboro dan beberapa tempat yang menyajikan kuliner khas.

Titin, isteri Heru, menyampaikan ungkapan serupa. Saat libur lebaran tanpa ke Yogyakarta seperti ada hidup yang tidak lengkap. Itulah sebabnya, ia rela melewati jalan beratus-ratus kilometer dari Jkaarta agar bisa liburan di Yogyakarta.

“Anak saya paling suka menikmati kuliner di Yogyakarta,” katanya.

Wisatawan lain yang mengaku selalu merindu datang ke Yogyakarta saat liburan adalah Dayah. Perempuan asal Bangka, Sumatera ini tak pernah bosan liburan ke Yogyakarta.

“Liburan di Yogyakarta itu asyik dan menyenangkan. Saya tidak pernah bosan datang ke kota ini,” kata Dayah yang pernah kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta.

Berbeda dengan Heru dan Titin, Dayah lebih banyak berburu barang-barang bernilai seni. Kadang di Pasar Beringharjo atau mendatangi lokasi pameran kerajinan. “Setelah itu, saya paling senang berlama-lama di Malioboro,” katanya.

Dayah menuturkan, Yogyakarta dari waktu ke waktu semakin cantik. Kota semakin ditata secara apik. Semakin banyak tempat keramaian di Kota Yogyakarta yang bisa jadi wisata alternatif bagi wisatawan.

“Tidak rugi beriwisata ke Yogyakarta. Selalu ada nuansa beda yang menyenangkan,” katanya.