Kembali Hidup setelah Tujuh Hari Dinyatakan “Koma”

AGUNG HEYEK

Ini kisah tentang seorang laki-laki yang kembali hidup setelah sempat “koma” selama tujuh hari di rumah sakit. Lalu, Tuhan memberinya kesehatan meski harus menjalani opname selama enam puluh hari di rumah sakit. Kini, hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat.

————

LAKI -LAKI itu bernama Agung. Berusia 43 tahun. Biasa disapa Heyek. Tinggal di kampung Rotowijayan bersama isteri dan tiga anaknya. Sehari-harinya bekerja sebagai driver. Isterinya berjualan di kompleks Museum Kereta Kraton Yogyakarta. Sementara anak-anaknya sekolah di bangku sekolah dasar.

Kisah ini bermula setelah Lebaran 2019.  Waktu itu, Heyek yang menjadi driver salah satu operator layanan ojek online ini sibuk. Handphone terus berdering. Permintaan mengantar klien ke lokasi tujuan tak pernah berhenti. Ia banjir pesanan, hingga melebihi poin. Kesibukannya menyebabkan lupa merawat lambung kanan. Makan tidak teratur. Sakit maag yang diderita semakin menjadi-jadi. Masih ditambah sakit asam lambung yang terus menyiksa.

Sekali makan, pedas. Berkuah. Lalu, minum softdrink. Sampai akhirnya, Heyek jatuh sakit. Badannya lelah. Tak berdaya. Sampai mengangkat tangan pun tak sanggup. Hingga akhirnya, ia mengundang tukang pijat ke rumah.

“Kaki kiri saya sakitnya luar biasa. Pegal sekali. Saya anggap hanya karena efek kecapaian kaki menginjak pedal gas,” kenangnya.

Saat dipijat, Heyek tertidur. Bahkan, susah menggerakkan badan ketika dibangunkan. Hampir kehilangan kesadaran. Heyek  langsung dilarikan ke rumah sakit.

“Seingat saya, saya masuk rumah sakit tanggal 1 Juli 2019. Saya sudah tidak ingat apa-apa,” katanya.

Heyek langsung diperiksa secara intensif. Ia sudah tidak sadar. Bahkan, (maaf) keluarganya pesimistis Heyek bisa sembuh. Berbagai alat kedokteran menempel di badan Heyek. Mulai alat pengatur nafas, jarum di lengan, sampai selang yang dimasukkan ke tenggorokan. Ternyata, Heyek mengalami kelainan di jantung. Kondisi ini berlangsung selama seminggu. Isteri dan keluarganya sudah pasrah.

Namun, Tuhan berkehendak lain. Di tengah kepasrahan keluarganya, Heyek bangun dari “koma”. Heyek lantas bercerita saat kondisi “koma”. Ia berada di langit. Jauh dari bumi. Tanpa ada penghalang. Ia bisa memandang tanpa batas. Hingga akhirnya ia didatangi burung besar seperti garuda. Burung itu mencengkram leher. Lalu, burung itu membawa Heyek terbang menuju bumi. Ia diajak ke sebuah tempat penuh warna-warni. Tiba-tiba  Garuda itu melepas cengkraman. Saat itu juga, Heyek tersedak. Setengah sadar, ia melihat sekeliling ruang di rumah sakit.

Dokter dan perawat pun kaget. Medis bergerak cepat. Heyek telah bangun dari koma. Namun, Heyek belum sehat. Ia harus menjalani terapi dan pengobatan selama 30 hari di rumah sakit.

“Alhamdulillah. Saya sudah diperbolehkan pulang,” katanya.

Namun seminggu setelah berada di rumah, Heyek dilarikan ke rumah sakit. Ia mengalami anfal. Lagi-lagi ia harus menjalani perawatan intensif. Dokter menyarankan agar dilakukan operasi pemasangan ring. Namun, Heyek menolak. Ia bersikukuh memilih rawat jalan tanpa harus dioperasi. Setelah opname selama 30 hari, Heyek kembali ke rumah. Berkumpul bersama keluarga.  Mobil yang selama ini digunakan untuk mencari uang dijual. Pertimbangannya, dokter meminta tidak boleh melakukan kegiatan yang menguras tenaga.

Kehidupannya berubah. Ia menjadi seorang muslim yang rajin shalat lima waktu berjamaah di Masjid Besar Kauman. Tekun beribadah. Meninggalkan kehidupan yang sia-sia. Waktunya dihabiskan untuk membaca buku-buku agama. Hidupnya betul-betul rellijius.

“Saya bersyukur masih diberi kesehatan. Inilah hikmahnya. Saya kembali bersujud kepada Allah SWT,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Apa komentar Anda terhadap berita ini?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.