Jadi Wakil Rakyat, Hindari Kepentingan Pribadi

YOGYAKARTA – Empat puluh anggota DPRD Kota Yogyakarta terpilih periode 2019-2024 baru saja dilantik. Dari jumlah tersebut, sebanyak empat wakil rakyat adalah kader Partai Golkar. Mereka adalah Augusnur, Yoga Prasetyo Pri Hutomo, Bambang Seno Baskoro dan Sri Retnowati.

Jumlah tersebut belum termasuk kader Partai Golkar yang berkiprah di DPRD DIY, DPRD Sleman, DPRD Bantul, DPRD Kulonprogo dan DPRD Gunungkidul.

Lantas, bagaimana arahan Partai Golkar  terhadap kader yang menyandang sebutan waki rakyat? Berikut penuturan Ketua DPD Partai Golkar DIY Haryadi Suyuti kepada Jurnalis berita649.com, Azam Sauki Adham.

Apa harapan Anda terhadap kader partai Golkar yang telah dilantik sebagai anggota dewan?

Tentu saja, harapan saya kepada para kader Partai Golkar di  parlemen segera bersinergi dengan teman-teman eksekutif.  Karena perjuangan Partai Golkar  adalah sebagai pelabuhan rakyat. Artinya, Partai Golkar ingin mensejahterakan masyarakat. Ini komitmen Partai Golkar.

Program apa saja yang akan menjadi prioritas Partai Golkar?

Masyarakat akan merasa tidak terlayani bila ada dua pesoalan penting di masyarakat yang luput dari perhatian. Dua persoalan itu adalah pendidikan dan kesehatan. Ini menjadi atensi dari Partai Golkar.

Karena itu, pada pembentukan alat kelengkapan dewan, carilah kader yang mengerti persoalan. Ini  agar wakil rakyat  bisa menyuarakam suara partai  pada posisinya di masing-masing lembaga dewan.

Pesan yang ingin Anda sampaikan kepada masyarakat?

Kami mohon bimbingan. Kami mewakafkan teman-teman di dewan. Saya mengingatkan  tentang janji-janji politik yang pernah disampaikan kepada konstituen. Agar janji-janji itu bisa jadi kewajiban untuk dipenuhi.

Karena namanya janji itu dibuat untuk ditepati.  Segera  menginventarisir berbagai persoalan di masyarakat untuk dicari solusinya.  Menjadi bagian kebijakan pemerinah daerah. Karena pemerintah adalah eksekutif dan legislatif.

Selanjutnya, agar bisa menyuarakan dalam konteks kedewanan. Harus memaksimal fungsi pengawasan,, legislasi dan angaran. Tolong tiga fungsi ini diemban sebaik-baiknya. Hindari kepentingan yang sifatnya pribadi. Saya tegaskan,  Partai Golkar  tidak akan mentolerir bila ada kader yang terlibat persoalan hukum. Saran saya, jauhi persoalan hukum.***