Inilah Pabrik Cerutu Berusia Satu Abad

berita649.com – Salah satu perusahaan Pemerintah DIY yang sampai sekarang masih eksis adalah PT Taru Martani. Perusahaan bestatus badan usaha milik daerah (BUMD) ini telah berdiri sejak tahun 1918. Tahun ini, Taru Martani genap berusia 100 tahun. Awalnya, Taru Martani  didirikan di Bulu  Jalan Magelang. Diberi nama NV Negresco.

Pada tahun 1921, pabrik ini dipindah ke kampung Baciro. Pada masa penjajahan Jepang di Yogyakarta, pabrik ini berganti nama menjadi Java Tobacco Kojo. Lalu, tanggal 23 September 1972 diresmikan berubah nama menjadi PD Taru Martani. Artinya, Taru atau ndaru berarti daun, sedangkan Martani bermakna kehidupan. Taru Martani adalah daun yang memberi sumber kehidupan bagi petani tembakau, karyawan pabrik dan masyarakat.Waktu itu, PD Taru Martani diresmikan  Menteri Ekuin  Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Sejak berproduksi selama satu abad,  Taru Martani memproduksi cerutu berkelas. Ada jenis cigarillos, extra cigarillos, senoritas, panatella, slim panatella, galf corona, corona, super corona, grand corona, boheme, royal, perfecto, rothschild, dan churchill.  Cerutu dengan rasa sensasional ini diekspor ke berbagai negara. Antara lain, Belanda, Belgia, Jerman, Cekoslovakia, Amerika, dan Asia. Taru Martani juga mengembangkan pemasaran ke ASEAN, Eropa Timur, dan Eropa Tengah.

Direktur PT Taru Martani Nur Achmad Affandi menyebut tiga formulasi campuran cerutu yang diproduksi. Yakni,  natural cigar (murni tembakau); flavour cigar (tembakau dengan saus aroma mint, amareto, vanilla, rum dan hazelnut); dan mild cigar (tembakau ringan). “Bahan baku  tembakau  didatangkan dari Besuki, Jember, Jawa Timur,” kata Nur Achmad Affandi kepada berita649.com.

Tembakau Java Besuki digunakan sebagai pembungkus dalam dan pembungkus luar cerutu. Sementara isi digunakan tembakau Java Besuki yang telah dicampur tembakau dari Havana dan Brazil. Pembuatan cerutu made in Taru Martani dilakukan secara manual dengan tangan. “Setiap batang cerutu dibuat dengan ketelitian tinggi dan menjadi hasil karya yang terpilih,” terang Nur Achmad Affandi.

SATU ABAD: Pembuatan cerutu dengan cara tradisional. (ninik nur/beriita649.com)