Enerji yang Disajikan dalam Gambar

BASUKI BUDI RAHARJO

BANTUL – Sebagian besar tubuh manusia disusun molekul air ( H2O). Molekul air merupakan ikatan kovalen antara dua atom hidrogen, dan satu atom oksigen. Atom hidrogen dalam kondisi normal, momen magnetik intinya bergerak secara acak. Setiap inti hidrogen membentuk putaran spin pada sumbu. Namun bila ditempatkan dalam medan magnet yang kuat, momen magnetik inti-inti atom akan menyesuaikan arah dengan medan magnet statis.

“Jadi jika tubuh pasien diletakkan dalam medan magnet yang sangat kuat, inti-inti atom hidrogen dalam tubuhnya akan berada pada posisi yang searah atau berlawanan arah dengan medan magnet luar pada inti-inti tersebut,” kata Staf RSUD Panembahan Senopati Bantul, Basuki Budi Raharjo dalam jurnal. Basuki dikenal sebagai staf rumah sakit yang menguasai penggunaan teknologi Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk kesehatan.

Kata Budi, pengoperasian MRI berhubungan dengan ilmu fisika.  Hukum Faraday menyatakan, jika gulungan kawat atau kumparan ditempatkan pada area medan magnet yang bergerak, bidang transversal tersebut akan dihasilkan  beda potensial. Proses yang terjadi selanjutnya, mesin MRI akan mengenakan gelombang dengan frekuensi tertentu ke bagian tubuh yang diperiksa.

Sehingga energi yang timbul akan diserap inti-inti atom hidrogen. Ketika pulsa gelombang dimatikan, proton atom hidrogen akan kembali ke keadaan semula sambil melepaskan energi.  Peralatan MRI memiliki kumparan penerima (receiver). Fungsinya mengubah perbedaan energi menjadi sinyal listrik yang diterima dan diterjemahkan komputer menjadi gambar.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.