Dewan Bahas Intensif bagi Masyarakat Terdampak Covid19

YOGYAKARTA – DPRD Kota Yogyakarta terus memproduksi kebijakan-kebijakan mendesak menangani penyebaran virus Corona. Hari ini (23/3/2020), komisi B menggelar rapat. Dihadiri seluruh anggota komisi B. Juga hadir organisasi perangkat daerah (OPD) selaku mitra kerja legislatif.

“Hari ini dilaksanakan rapat kerja skema penganggaran penanggulangan Covid19,” terang ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Susanto Dwi Antoro.

SUSANTO DWI ANTORO: Komitmen memberi ketenangan warga. (istimewa)

Rapat mengundang Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) dan Bappeda. Penyelenggaraan rapat merujuk Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid19 di lingkungan pemerintah daerah.

Lantas, apa hasilnya?  Antoro, politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan Kota Yogyakarta telah terbentuk Keputusan Walikota Nomor 264 Tahun 2020 tentang Pembentukan Gugus Tugas Penanggulangan Covid10 Kota Yogyakarta.

Telah terlaksana penganggaran dan  sudah didistribusikan alokasi dana tak terduga. Angkanya sebesar Rp 3,5 miliar. “Sebagian dana  sudah dikeluarkan,” terang Antoro.

Digunakan sebesar Rp  2,853 miliar untuk penambahan fasilitas kesehatan penanganan pasien Covid19 di RUSD Wirosaban, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, intensif ekonomi dan UMM terdampak. Kata Antoro, masih tersedia dana sebesar Rp 3,75 miliar dari Rp 5 miliar yang merupakan hasil bagi pajak rokok.

Dana tersebut sangat dimungkinkan bisa digunakan untuk penanganan Covid19 yang akan dikelola Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Selanjutnya, komisi B DPRD Kota Yogyakarta bersama eksekutif akan membahas rapat dengan agenda intensif bagi masyarakat terdampak Covid19.

 

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan