Berdarah “Biru’ yang Merakyat

TELADAN: Selalu dekat dengan buah hati, Damara Sahasika Zora Kirana dan Nadin Sahasra Kirana Acintya. (dok.pribadi)

MEMILIKI nama lengkap Raden Mas Sinarbiyat Nujanat. Lahir di Yogyakarta, 7 September 1966. Pria yang akrab disapa Sinarbiyat ini dikenal sebagai warga Yogyakarta berdarah “biru”. Namun, Sinarbiyat memilih menjadi orang awam.

Sinarbiyat semasa muda dikenal sebagai sosok enerjik. Ia juga pintar bergaul. Luwes dan bisa menjaga pertemanan. Tak mengherankan bila saat masih menjadi siswa SMA 6 Yogyakarta, Sinarbiyat mempunyai teman segudang. Selepas lulus sekolah menengah atas tahun 1985, Sinarbiyat meneruskan kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Memilih jurusan Studi Ekonomi Pembangunan.

Namun, berhenti di jalan. Ia hanya bertahan kuliah di UGM hingga tahun 1987. Di sela-sela kehidupannya sebagai anak muda, Sinarbiyat menguji naluri bisnis.

Setelah sempat berhenti kuliah selama lima tahun, Sinarbiyat kembali masuk kuliah di Universitas Islam Indonesia (UII) tahun 1992. Di kampus ini, ia mengambil jurusan Ekonomi Manajemen.

Di kampus inilah, Sinarbiyat menempa ilmu bisnis.  Waktu terus berjalan. Hingga pada tahun 2000, Sinarbiyat membuka toko batik di Malioboro. Toko ini diberi label Mataram Rumah Batik di Jalan Suryodiningratan  20 Yogyakarta. Tapi, Sinarbiyat tetap tidak bisa meninggalkan hobinya srawung dengan orang-orang lama atau orang yang baru dikenal.

Akhirnya, Sinarbiyat pada tahun 2004 memasuki dunia baru. Ia memutuskan menerjuni  politik praktis. Padahal, ia sama sekali tidak memiliki ilmu politik. Kecuali modal berorganisasi selama menjadi siswa sekolah menengah atas dan kuliah di perguruan tinggi.

Waktu itu, Sinarbiyat memutuskan bergabung dengan Partai Demokrat. Saat pemilihan anggota dewan pada tahu 2004, Sinarbiyat terpilih sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Yogyakarta periode 2004 – 2009. Kemampuannya lobi dan memainkan peran politik, Sinarbiyat menduduki kursi ketua komisi B yang membidangi ekonomi.

“Melalui lembaga terhormat ini, saya ingin memberi sumbangsih terhadap upaya kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Prestasinya berpolitik berbuah manis bagi Sinarbiyat. Pada tahun 2006, Sinarbiyat terpilih menjadi ketua DPC Partai Demokrat Kota Yogyakarta. Ia menduduki posisi strategis ini sampai tahun 2011. Berbagai jabatan pun disandang.

Antara lain duduk di Dewan Penasihat KOTIKAM Kota Yogyakarta (2004). Ketua Umum Persatuan Drumband Indonesia Kota Yogyakarta (2007). Saat menjadi orang nomor satu di Partai Demokrat Kota Yogyakarta, Sinarbiyat menjabat posisi Pimpinan DPRD Kota Yogyakarta. Namun, ketika terjadi polemik pro-kontra Keistimewaan DIY, Sinarbiyat hengkang dari Partai Demokrat.

Ia sempat vakum dalam dunia perpolitikan. Namun, komitmennya melindungi kepentingan rakyat membuatnya tertarik terjun kembali ke dunia politik. Ia bergabung ke Partai Gerindra pada tahun 2013. Tak tanggung-tanggung. Sinarbiyat langsung menduduki posisi wakil ketua bidang organisasi dan keanggotaan. (adv)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.